Bisa diam apa tidak?
Dari terus melemparkan nista.
Bisa diam apa tidak?
Dari terus memaksaku menelan beribu kegelisahan melebihi ruang logika.
Bisa apa tidak?
Apa kamu bisa menggantikan harapan telah kamu robekkan itu?
Apa kamu bisa merawat luluh hati-hati yang dengan mudah kamu siatkan itu?
Bisa kamu?
Atau sememangnya tidak sama sekali?
Buat seketika.
Dengari aku.
Nista yang mudah kaulemparkan itu.
Racunnya jauh masuk.
Bak pantasnya kilat.
Bisa kamu keluarkan kembali panahan racun itu?
Apa bisa?
Diam.
Diam kamu.
Aku sudah tidak punya tenaga.
Diam.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Jangan ragu-ragu. Lempar saja pendapat tu. XD