Untuk mencari dosa sesama manusia itu senang.
Apa pernah kaufikir apakah senang juga buatnya untuk memaafkan khilafmu terhadapnya?
Apa pernah kaufikir rintihan dia, aduan dia kepada PENGUASA HAKIKI, andai benar dia teraniaya?
Kenapa harus ada nista di balik kata-kata cinta itu, manusia?
Kenapa harus ada kepura-puraan di sebalik kejujuran itu, manusia?
Apa lagi kaupinginkan?
Untuk semuanya bangkit meludah ke arahmu?
Apa lagi kaupinginkan?
Untuk bangga mengatakan 'sudahku bilang mereka semuanya begitu'?
Untuk apa lagi yang kaupinginkan itu?
Panorama drama ini terlalu meruntunkan jiwa manusia nun di situ,
Yang hanya melihat karna sudah terlalu takut untuk percaya,
Terlalu takut untuk menjejak dewasa karna bayangan drama itu,
Jauh lebih kejam, mengecam setiap inci keberaniannya.
Bisa kamu berhenti buat seketika?
Untuk anak-anak itu membesar dengan sempurna.
Biarkan kaki mereka menjejak bumi dewasa tanpa perlu berlumpur nista.
Biarkan jemari mereka menepis ranjau masa tanpa perlu terhiris maruah.
Biarkan mereka berlari, berkejaran.
Buat seketika, biarkan saja mereka bebas tanpa dipaksa memilih 'percaya atau derita'.
p/s: 'puisi' picisan ini telah aku siarkan di facebook aku terlebih dahulu.
p/p/s: tribute to @Imtengkusophia mass mayhem in twitter. (-..-")
mood : I am VERY disappointed.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Jangan ragu-ragu. Lempar saja pendapat tu. XD